LUWUK, RADAR SULAWESI – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk Banggai menjalani Asesmen Lapangan guna mendirikan Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) pada hari Selasa, 25 November 2025.
Kegiatan yang digelar secara hybrid (luring dan daring) di ruang Pascasarjana Unismuh Luwuk tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Subdirektorat Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama RI, A. Rafiq Zainul Mun’im.
Hadir dalam acara itu antara lain Ketua BPH Dr. Farid Haluti, Rektor Unismuh Luwuk Dr. Sutrisno K. Djawa, Wakil Rektor I Dr. Agung K. Djibran, Dekan FAI Dr. Jumahir, serta jajaran fakultas terkait.
Sebagai asesor lapangan, Nisrina Shufah (Pendamping Diktis) menghadiri secara luring, sedangkan tim asesor lainnya yaitu Prof. Dr. Shodiq Abdullah, M.Ag., dan Prof. Dr. Buhori Muslim, M.Ag., mengikuti secara daring.
Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K. Djawa, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Agama yang telah menyediakan fasilitas untuk asesmen lapangan pendirian Magister PAI.
Ia menjelaskan bahwa PAI adalah prodi tertua di Unismuh yang memiliki jejak sejarah panjang sejak masa Unismuh Palu tahun 1999, sebelum Unismuh Luwuk didirikan pada tahun 2000.
Menurutnya, pengajuan pendirian Magister PAI dilakukan guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di bidang keagamaan. Ia menekankan bahwa kebutuhan tenaga ahli agama, terutama di wilayah timur Indonesia, masih sangat besar.
“Ini juga menjadi permintaan dari masyarakat. Alumni kita sudah berjumlah ribuan. Jarak antara Luwuk dan Palu mencapai sekitar 600 km, sehingga menjadi alasan yang kuat bagi kita untuk mendorong pendirian Magister PAI,” ungkapnya.
Ia berharap pendirian program studi ini dapat segera terwujud mengingat masih sedikitnya lulusan strata dua di bidang agama.
“InsyaAllah, dengan terbukanya Magister PAI, SDM kita akan semakin tangguh sebagai benteng pertahanan moral anak-anak kita. Ribuan lulusan S1 membutuhkan kesempatan melanjutkan studi. Kami sangat berharap izinnya dapat segera keluar sehingga tahun depan program ini bisa dijalankan,” tambahnya.
Sementara itu, A. Rafiq Zainul Mun’im yang membuka asesmen lapangan menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa proses asesmen dilakukan untuk memastikan kelayakan usulan penyelenggaraan Prodi Magister PAI di Unismuh Luwuk. Ia juga menyatakan harapan agar tampilan dokumen dan layar selama asesmen daring dapat disusun dengan nyaman.
“Beberapa hal yang sering kita temui adalah dokumen yang tidak sah seperti ijazah palsu. Kita ingin memastikan seluruh dokumen pengaju dapat diverifikasi dan divalidasi. Saat ini terdapat sekitar 500 usulan prodi baru, sehingga dibutuhkan pendampingan dan penguatan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa asesmen lapangan adalah salah satu tahap krusial dalam penilaian pendirian program studi baru tingkat S2 dan S3.
“Usulan S2 Unismuh Luwuk akan direkomendasikan atau tidak oleh kedua asesor melalui proses ini. Untuk itu, mari kita buka asesmen lapangan ini dengan mengucapkan basmalah,” pungkasnya. ***




Komentar