Hukum & Kriminal
Home » Berita » Polisi Ungkap Kronologi dan Motif Pengeroyokan Yang Menyebabkan Korban Meninggal Dunia di Kelurahan Bungin

Polisi Ungkap Kronologi dan Motif Pengeroyokan Yang Menyebabkan Korban Meninggal Dunia di Kelurahan Bungin

Aparat kepolisian Polres Banggai mengungkapkan kronologi dan motif dibalik pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia di Kilometer Satu (KM1), Kelurahan Bungin pada Jumat 9 Februari 2024 lalu.

LUWUK, RADAR SULAWESI – Aparat kepolisian Polres Banggai mengungkapkan kronologi dan motif dibalik pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia di Kilometer Satu (KM1), Kelurahan Bungin pada Jumat 9 Februari 2024 lalu.

Konforensi pers yang dipimpin langsung Wakapolres Banggai Kompol Pino Ary SH, SIK, MH, ini turut didampingi Kasat Reskrim AKP Tio Tondy, Kasi Humas Iptu Al Amin S. Muda, KBO Satreskrim AKP Teddy Fredy Polii dan Kanit I Satreskrim Ipda Tommy H Kawilarang.

Kompol Pino mengungkapkan, saat ini Satreskrim Polres Banggai sudah menangkap tujuh tersangka terhadap korban IA (33) warga Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai yang terjadi pada Jumat 9 Pebruari 2024 sekitar pukul 23.00 Wita.

“Saat ini sudah tujuh pelaku yang diamankan,” ungkapnya saat konferensi pers dihadapan awak media.

Ia menjelaskan, para pelaku yang sudah diamankan masing-masing berinisial, SD alias D (18), FN alias A (18), IM alias I (20), PK alias A (23) dan MF alias F (18), MI alias N (28) dan FB alias P (18), warga Kelurahan Bungin, Kecamatan Luwuk.

Kronologi Pembunuhan 2 Orang di Lobu, Polisi Buru Pelaku!

“Tiga orang sementara dalam pengejaran Tim Jatanras Satreskrim Polres Banggai, dua sudah diketahui identitasnya sedangkan satunya lagi masih dalam penyelidikan,” jelasnya.

Sementara itu, AKP Tio Tondy mengatakan, saat itu sekitar pukul 20.00 Wita korban berada di Lorong samping rumah pelaku SD sambil duduk diatas motor.

“Tiba-tiba pelaku SD langsung mengatakan bahwa pelaku yang sering membuang narkotika jenis sabu-sabu di halaman rumahnya,” kata Tio.

Lebih lanjut, Tio menuturkan, pelaku SD langsung melakukan penganiayaan dan peristiwa tersebut langsung direkam menggunakan ponsel oleh saksi FS alias U.

“Setelah itu korban langsung melarikan diri. Dan sekitar pukul 23.00 Wita di depan kantor Kelurahan Bungin terjadi lagi pengeroyokan terhadap korban sehingga korban terjatuh tidak sadarkan diri sehingga dilarikan ke RSUD Luwuk,” tuturnya.

Kades Maralee Dipanggil Penyidik Tipidkor Polda Sulteng Terkait Dugaan Korupsi APBDes

Perwira pangkat tiga balak ini menyebutkan, untuk motif para pelaku sedang dalam pengembangan lantaran keterangan dari para pelaku berbeda-beda.

“Jadi pelaku ini juga belum ada yang memastikan jika dibuang korban di halaman itu adalah sabu-sabu. Jadi belum diketahui kebenarannya,” sebutnya.

Dirinya menambahkan, bahwa para pelaku pengegeroyokan tersebut memiliki masalah pribadi masing-masing.

“Ada juga yang bingung alasannya memukul, Cuma ikut-ikutan memukul. Ada juga yang ikut membonceng korban kemudian ikut memukul juga. Jadi untuk motif sedang dalam pengembangan,” terangnya.

Saat ini, kata Tio, Tim Jatanras masih memburu pelaku lainnya sedangkan penyidik masih terus memeriksa saksi-saksi dan para pelaku guna mengungkap motif.

Kejari Morowali Utara Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia 2025, Ungkap Kerugian Negara Rp1,18 M.

“Untuk pasal yang diterapkan yakni pasal 338 KUHPidana jo pasal 55, 56, atau pasal 170 ayat (2) ke 3e KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tandasnya. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN PASPOR

Tentatang Kami

Radar Sulawesi merupakan media online yang hadir di Kota Luwuk, memberikan informasi terkini, akurat, dan terpercaya bagi masyarakat Sulawesi, khususnya di wilayah Luwuk dan sekitarnya. Dengan komitmen untuk menyajikan berita yang objektif dan berimbang, RadarSulawesi.id menjadi sumber utama bagi pembaca yang ingin mendapatkan update terbaru seputar politik, ekonomi, sosial, budaya, hingga peristiwa lokal yang sedang berkembang.

Berita Populer

01

Diduga Oknum Pejabat Kampus Untika Luwuk Lakukan Pelecehan Seksual di Atas Kapal Feri

02

Saat Digrebek, Warga Sebut Anggota DPRD Banggai Fraksi Gerindra Diduga Sembunyi di Kamar Mandi Hampir 1 Jam

03

Langgar Netralitas Hingga Terjerat Kasus Pidana, 9 Kades dan 2 BPD di Banggai Diberhentikan

04

Kades Maralee Dipanggil Penyidik Tipidkor Polda Sulteng Terkait Dugaan Korupsi APBDes

05

Anggota Dewan Bangkep Warning Timses Bupati, Ikbal: Jangan Intervensi Kebijakan Pemda!

06

Kejati Sulteng Sita Sejumlah Aset Saat Geledah Rumah Mantan Kades Tamainusi

07

Pernyataan Warga Desa Menyoe dan Perjalanan Investasi PT CAS

08

Formulir Model C.Hasil-KWK di 89 TPS, ATFM Unggul 896 Suara dari Paslon 03

09

Wow, !!! PT Yuliani Amanah Construction Dukung Mayday Grasstrack, Sumbang Dana Rp.100 Juta

10

ATFM Ungguli Anti-Bali di PSU, Ribuan Warga Banggai Rayakan Kemenangan

Sosial Media