banner 728x250

Selain Miliki Paspor Indonesia, Bolehkah WNI punya Paspor dari Negara Lain? Simak Penjelasan Imigrasi Banggai

  • Bagikan
Ilustrasi Paspor
banner 468x60

LUWUK, RADAR SULAWESI – Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Banggai menegaskan bahwa Warga Negara Indonesia (WNI) tidak boleh memiliki dua paspor sekaligus, yakni Paspor Indonesia dan Paspor Asing (dari negara lain).

Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Indonesia yang menerapkan sistem kewarganegaraan tunggal atau single citizenship.

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Ridwan Arifin, menjelaskan bahwa berdasarkan Pasal 23 huruf (h), Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan, WNI akan kehilangan kewarganegaraan Indonesia apabila memiliki Paspor dari negara lain. Artinya, WNI tidak boleh memiliki Paspor dari negara lain, apalagi secara bersamaan mereka memiliki Paspor Indonesia dan Paspor asing dari negara lain.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Banggai, Octaveri, juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan kewarganegaraan yang ada. “Kami akan mengambil tindakan tegas terhadap WNI dengan kepemilikan paspor ganda (Paspor Indonesia dan Paspor dari negara lain). Jika ditemukan, status WNI akan dicabut sesuai prosedur,” jelas Octaveri.

Di lain tempat, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah turut menggarisbawahi pentingnya pemahaman masyarakat mengenai aturan ini.

“Pelanggaran terhadap aturan kewarganegaraan bisa berdampak serius. Kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat paham bahwa kepemilikan dua paspor adalah ilegal dan akan berdampak pada kehilangan kewarganegaraan Indonesia,” kata Kepala Kanwil.

Meskipun secara hukum tidak serta merta kehilangan kewarganegaraan, kepemilikan paspor asing oleh WNI dapat menjadi bukti yang kuat bahwa seseorang telah mengambil langkah untuk menjadi warga negara lain, yang dapat memicu pencabutan kewarganegaraan Indonesia.

Berdasarkan asas hukum yang berlaku di Indonesia, khususnya asas kewarganegaraan tunggal, tindakan ini sangat dilarang dan akan berakibat pada hilangnya status WNI.

Selain itu, perlu diketahui bahwa terdapat pengecualian tertentu bagi anak-anak yang memiliki kewarganegaraan ganda terbatas. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006, anak yang lahir dari perkawinan campuran antara WNI dan warga negara asing (WNA) dapat memiliki kewarganegaraan ganda hingga usia 18 tahun, sehingga dapat memiliki 2 paspor.

Setelah mencapai usia 21 tahun, anak tersebut harus memilih salah satu kewarganegaraan yang akan dipegang. Namun, selama periode tersebut, mereka diizinkan memiliki lebih dari satu paspor. ***

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *